Khotbah Perjanjian Baru

Kedatangan Kristus Mengubah yang Hina Menjadi Mulia

Kepenuhan-Nya diwujudkan pula pada jabatan-Nya sebagai Imam Besar—sebagai Mediator manusia dengan Allah; memohonkan pengampunan dosa via kurban yang dipersembahkan kepada Allah—kurban yang termahal, sebab diri-Nya sendirilah yang menjadi kurban, yang dipersembahkan cukup sekali untuk selamanya. Jabatan-Nya sebagai Gembala yang baik, yang mengenal dengan baik setiap domba-Nya, bahkan dengan rela mengurbankan nyawa-Nya demi keselamatan domba-domba-Nya, yakni siapa saja yang mau datang kepada Kristus, di sepanjang sejarah dan di segala tempat. Kepenuhan yang sama dialami oleh setiap anak Tuhan, saya dan Anda menerima kepenuhan Kristus tersebut sama dengan apa yang dialami oleh para murid. Menyongsong hari Natal 25 Desember 1996, saya tidak ingin kita hanya merayakan Natal tanpa makna. Yesus Kristus yang kita rayakan kelahiran-Nya, Dia adalah Tuhan dengan segala kepenuhan-Nya. Namun, apakah Dia sudah menjadi bagian dari diri kita secara pribadi? Dia datang untuk mengangkat status hina sebagai orang berdosa menuju status mulia sebagai anak-anak Tuhan, yang menerima kepenuhan atau kesempurnaan pengampunan dosa serta kesempurnaan keselamatan kita. Marilah kita merenungkan sejenak untuk pribadi kita masing-masing hari ini: Apakah kepenuhan Kristus telah menjadi bagian dari diri Anda? Ataukah kita masih berada di luar kepenuhan-Nya? Apakah kita masih tetap berada dalam kepapaan di luar kasih karunia dan kebenaran Allah?

His Filling = PemenuhanNya

Yohanes 1:16 berbunyi, “Dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima ….” Sungguh semua orang kudus, siapa pun dia, pada mulanya berada dalam kondisi “kosong” atau empty. Anda kosong, saya juga tidak mempunyai apa-apa (I have nothing), bahkan bukan apa-apa (I am nothing at all), demikian pula orang kudus seperti Abraham, Paulus, dan seterusnya— semuanya bukan apa-apa! Kasih karunia yang diberikan secara cuma-cuma ini telah mengisi hidup ini dengan makna yang lain pada setiap pribadi. Suatu perbedaan radikal terjadi atas orang yang menerima pemenuhan-Nya secara pribadi, dibandingkan kondisi sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *