Roma 3:23 berbunyi, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” sebab itu tiap orang harus datang kepada Kristus. Sikap moral yang baik telah dilukiskan secara baik dalam kisah ini: Seorang wanita yang rajin, cantik, dan kaya menikah dengan seorang lelaki yang tidak tampan dan miskin. Sungguh merupakan sejoli yang tidak sepadan dalam pandangan manusia. Mereka berdua pada awalnya mempunyai sikap yang sangat acuh terhadap Injil. Namun pada suatu hari jusru pemberitaan Injillah yang telah mengubah hati dan pandangan nilai hidup mereka, keduanya menjadi percaya dan masing-masing mengambil keputusan positif untuk menerima Tuhan Yesus selaku Juruselamat pribadi. Sang wanita yang berstatus sosial tinggi [kaya] maupun suaminya yang berstatus sosial rendah (papa) sama-sama menerima anugerah keselamatan yang sama. Kedaulatan anugerah Tuhan adalah sama bagi siapa saja, baik yang sempat mengecap pendidikan tinggi, ataupun yang hanya berpendidikan rendah. Saya yakin perkataan Elihu, salah seorang sahabat Ayub bisa meyakinkan Anda tentang hal ini, “Sesungguhnya, semuanya ini dilakukan Allah dua, tiga kali terhadap manusia: mengembalikan nyawanya dari liang kubur, sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup” (Ayub 33:29-30).
Kedatangan Kristus Mengubah yang Hina Menjadi Mulia
February 8, 2018