Maria tidak pernah menyangka atau mengharapkan bahwa ia mendapatkan perhatian khusus dari Allah, dan ia bersyukur atasnya. Maria menyadari bahwa Allah memberikannya tugas khusus dengan mengandung Sang Mesias. Karena itu, generasi dari sepanjang zaman akan menyebutnya berbahagia. Ia disebut berbahagia bukan karena layak melakukan tugas itu, tetapi karena Allah yang beranugerah dalam hidupnya. Oleh malaikat, Maria disebut “Yang dikaruniai,” bukan? Melalui pengalaman pribadinya, Maria begitu tersentuh dengan tindakan anugerah Allah. Inilah yang menjadi dasar ucapan syukurnya di hadapan Allah. Ia mengenal karakter Allah. Allah tidak berutang apa pun padanya, namun ia berhutang segalanya pada Allah. Segala sesuatu yang baik berasal dari Dia dan adalah tindakan anugerah. Allah yang ia kenal adalah Allah yang juga menunjukkan anugerah dan kasih setia yang dialami oleh orang-orang yang takut akan Dia.
Magnificat
December 18, 2020