Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Magnificat

Saya percaya bahwa Maria merenungkan apa yang terjadi dalam hidupnya, segala peneguhan yang ia terima sehingga kemudian menaikkan pujian yang dikenal sebagai “Magnificat.” Banyak penafsir yang mengatakan bahwa Nyanyian Pujian Maria ini mirip sekali dengan Nyanyian Pujian Hana yang tertulis dalam 1Sam. 2, sehingga dianggap sebagai karya yang menjiplak dan bukan asli dinyatakan oleh Maria. Namun sesungguhnya bila kita mengerti latar belakangnya, tentu amat berbeda konteks Nyanyian Pujian Hana dengan Nyanyian Pujian Maria ini. Di mana perbedaannya? Pujian Hana adalah nyanyian karena dikabulkan permohonannya, sudah lama menantikan anak dan Allah memberi. Jadi ini merupakan syukur atas kehamilannya. Sedangkan Pujian Maria dilatarbelakangi atas rasa takut akan kehamilannya. Sungguh suatu background yang kontras dan amat berbeda. Meskipun latarbelakangnya berbeda, namun keduanya sama-sama menaikkan pujian yang terpusat dan tertuju kepada Allah. Maria sadar, pusat hidupnya adalah Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *