Allah yang berdaulat atas hidup manusia (51-53)
SS, Maria menyatakan Allah sebagai Pribadi yang berdaulat dalam hidup umat manusia. Maria menyatakan bahwa Allah menunjukkan perbuatan-perbuatan besar “Dengan tangan-Nya.” Di sini, Maria menyebut Yang Mahatinggi dengan menggunakan antropomorfisme atau cara manusia membahasakan tindakan Allah. Apakah sungguh Allah mempunyai tangan? “Tangan” Allah di sini menunjukkan kuasa-Nya. Tangan itu dapat membebaskan, mendukung, menopang. Bisa juga dipakai untuk menyerakkan, menjatuhkan dan mengeluarkan. Ingat kemahakuasaan Allah dalam 10 tulah bagi bangsa Mesir? Ingat juga bahwa kemahakuasaan Allah nyata melalui mukjizat-mukjizat-Nya. Dari firman Allah yang dipelajarinya, tentu Maria mengetahui semua pengalaman ini.