Kebutaan tidak pernah membuat Fanny mengasihani diri sendiri dan tidak memandang kebutaan sebagai sesuatu yang mengerikan. Fanny bertumbuh dewasa dan menemukan pekerjaan yang ia inginkan yaitu menulis himne. Ia membuat kesepakatan dengan penerbit untu menulis tiga himne setiap minggu untuk dipakai di sekolah minggu. Meskipun Fanny dapat menulis puisi yang rumit dan mengarang music klasik, himne-himnenya bertujuan untuk membawa pesan Injil kepada semua orang yang tidak mau mendengarkan khotbah. Kapan pun dia menulis sebuah himne, dia berdoa agar Tuhan menggunakan himne tersebut untuk membawa banyak jiwa kepada-Nya. Himne terkenal yang dihasilkannya: Jaminan Mulia, Mulia Bagi Allah, Mampirlah Dengar Doaku, dll. Fanny J. Crosby kemungkinan menjadi penulis himne terbanyak di sepanjang sejarah, ia menulis lebih dari 8.000 himne. Ada 200 nama pena yang berbeda diberikan oleh para penerbit buku himne sehingga masyarakat tidak tahu bahwa ia menulis sedemikian banyaknya.
Magnificat
December 18, 2020