Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan hal ini. Karena memang kemudian Efraimlah suku yang lebih utama ketimbang Manasye, kakaknya di dalam sejarah Kerajaan. Tetapi saya melihat jauh lebih dalam dari peristiwa ini.
Untuk memahami ini, kita perlu mundur lagi ke belakang. Saat di mana Yusuf mendapatkan posisi dan kedudukan tinggi di dalam kerajaan Mesir. Ia kemudian menikahi Asnat, anank imam Potifera (Kej. 41: 45). Setelah itu, ia mendapatkan Manasye, anak sulungnya. Arti nama Manasye: “Allah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku”. Jadi arti nama Manasye: forgetting; causing to forget. Bukan Yusuf menjadi pelupa atau pikun akan masa lalunya, tetapi Allah yang menolongnya melupakan masa-masa kepedihan hatinya.