Menarik membaca beberapa hal mengenai perlombaan iman ini seperti yang Ibrani 12:1 tuliskan buat kita:
- Perlombaan ini: Wajib (bukan pilihan) untuk kita ikuti. Jadi pemahamannya seperti sebuah perlombaan yang sudah Allah atur untuk kita ikuti dan kita tinggal menjalankannya saja. Bagian kita adalah: menyelesaikan lomba ini dengan tuntas.
- Perlombaan ini membutuhkan ketekunan. Sama seperti sebuah lari jarak jauh. Untuk lari seperti ini dibutuhkan stamina yang kuat karena jarak yang jauh tersebut. Yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan saja, tetapi juga bagaimana mengatur strategi yang tepat dan daya tahan yang baik untuk memenangkannya.
Kalau dalam istilah saya di atas, maka dibutuhkan grit untuk bisa menyelesaikan lomba tersebut.
Jikalau untuk sebuah lomba lari maraton dibutuhkan semua hal di atas, maka dalam lomba spiritual kita juga dibutuhkan spiritual grit yang baik. Saya akan membuat sebuah perbandingan untuk memudahkan kita memahami apa yang saya maksudkan. Saya akan menjelaskan melalui kisah kehidupan seorang pria dalam Perjanjian Lama – Yusuf. Bagi saya, kisah hidup Yusuf mencerminkan semangat dan grit yang luar biasa. Kisah hidup Yusuf rasanya cukup familiar buat kita semua. Masa muda Yusuf boleh saya bagi ke dalam beberapa babak kehidupan: