Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah (Ibrani 12: 2).
Perhatikan, setiap kita yang sedang menjalani perlombaan dinasihatkan untuk berfokus kepada satu hal saja, yaitu mengarahkan dan memfokuskan pandangan kepada Tuhan Yesus yang memimpin kita. Saya melihat fokus ini penting karena menolong kita untuk tidak menyerah di tengah-tengah segala kesulitan yang menghadang di depan. Lihat, cara Allah mengingatkan Yusuf sangatlah menarik: Jangan fokus ke masa lalu, tetapi fokus ke masa depan bersama Tuhan.