Sementara itu, istri Yusuf kemudina melahirkan anak laki-laki keduanya. Ia menamai anak itu: Efraim. Arti nama Efraim: Allah membuat aku mendapatkan anak di dalam negeri kesengsaraanku” (Terjemahan RSV: For God has made me fruitful in the land of my affliction). Makna nama Efraim: berbuah lebat, berbuah berlipat kali ganda.
Lihat dalam pandangan Yusuf, situasi hidupnya terjadi: saat ia mencoba melupakan masa lalunya yang kelam, maka ia kemudian bisa berbuah lebat. Bagi Yusuf masa lalunya amat mengganggunya, sehingga ia merasa tidak bisa berbuat maksimal. Allah menolongnya untuk melihat “susunan” yang sebenarnya: bahwa Allah lebih dulu bekerja, membuat hidup Yusuf berbuah lebat. Dan itulah yang menolongnya untuk terus maju bersama Tuhan, melupakan masa lalunya yang kelam. Sebelum peristiwa ini, Yusuf selalu terikat dengan masa lalunya yang kelam itu. Ia tidak mudah untuk melangkah maju. Tetapi Allah membalikkannya, menolong Yusuf melihat ke masa depan, masa di mana hidupnya akan berbuah lebat. Tidak terus menerus melekat di masa lalunya saja dan belajar melihat masa depan bersama – sama dengan Tuhan.