Khotbah Perjanjian Baru

Hidup Tanpa Menghakimi

SS, saya mengajar PAK siswa kelas 2 SD. Saat itu sedang pelajaran agama dan saya sedang menerangkan di kelas. Ada satu pernyataan yang saya tuliskan di papan tulis, lalu seorang anak yang secara tampilan terlihat keturunan dari Indonesia Timur mengangkat tangannya dan bertanya: “Itu apa maksudnya ms. Maria?” Sebelum saya membuka mulut untuk menjawab, seorang anak lain, anak ini pindahan dari luar kota berkata dengan lantang: “Uh, begitu saja tidak bisa. Memang ya, orang Papua tidak bisa apa-apa.” Saudara, jujur saya speechless, kehilangan kata-kata. Bukan karena kagum, tapi karena marah kepada anak itu. Bisa-bisanya anak sekecil itu, memberi “Label” pada temannya bahwa ia tidak bisa apa-apa hanya karena anak itu berasal dari daerah lain. Bagaimana dengan usia demikian kecil dia telah punya mindset memandang rendah orang lain. Siapa yang mengajarinya untuk berpikir dan berkata seperti itu? Saya merasa sedih dan amat marah terhadap peristiwa yang terjadi. Saya meminta anak itu meminta maaf kepada temannya. Kemarahan dan kesedihan itu belum hilang sampai saya duduk di kantor, masih belum habis pikir terhadap kejadian yang berlangsung tadi. Namun dari situ saya seolah disadarkan Tuhan yang berbisik dengan lembut: “Hei, bukankah kamu pun juga sering tidak jauh berbeda dengan anak tadi? Bukankah engkau pun sering dengan mudah jarimu menunjuk orang lain dan menghakimi mereka menurut standarmu? Bukankah tak jarang engkau melabeli orang lain begini dan begitu tanpa mau tahu terlebih dahulu latar belakang dan kejadian yang sesungguhnya? Bukankah engkau sering mengeritik dengan emosi bukan dengan empati kepada orang lain? Bila kamu bisa sesedih dan semarah itu pada anak tadi, bukankah Akupun sedih dan marah melihat anak-anak-Ku hidup dalam saling menghakimi satu dengan yang lain.” Hari itu saya bertelut di hadapan Tuhan, mengakui betapa saya sering jatuh dalam penghakiman terhadap orang lain. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *