Khotbah Perjanjian Baru

Hidup Tanpa Menghakimi

SS, Philo dari Alexandria berkata: “Berbuat baiklah, karena semua orang yang kamu temui menghadapi pergumulan yang besar.” Biarlah kita lebih jarang menghakimi dan lebih bisa berempati kepada orang lain. Biarlah ketika kita menjumpai orang lain yang melakukan sesuatu dan kurang berkenan di hati kita, mari jangan biarkan hati kita menghakiminya sebagai seseorang yang buruk dan akan selalu buruk. Ketika kita menghakimi orang lain, apakah kita pun melakukannya atas dasar ketidaksukaan dan keinginan untuk menghancurkan orang itu? Ataukah ketika kita memberikan kritik, teguran, itu semua kita telah berikan dengan sebuah batu ujian: Apakah yang saya katakan ini sungguh-sungguh untuk membuat orang itu menjadi lebih baik? Ataukah kita menghakimi perilaku orang dan puas bila merasa sudah memberikan kritik sehingga orang itu malu dan terlihat jelek di hadapan banyak orang? SS, sebelum kita marah, sebelum kita mencela orang lain karena tindakannya yang kurang mengenakkan bagi kita, adakah kita sudah memberi kesempatan untuk orang itu menjelaskan atau kita mengerti hal ayng sebenarnya, ataukah langsung ada penghakiman yang kita lakukan untuk mereka? SS, bagaimana cara pandang kita kepada orang lain? Orang yang mungkin berbeda pilihan, berbeda budaya, berbeda cara pikir, atau bahkan berbeda suku dengan kita? Apakah seringkali kita sudah “Men-scan” mereka dan memberi mereka label, “Oh, orang ini selalu begini, orang ini pasti begini, pasti begitu, saya tidak suka.” Apakah ada empati di sana? Apakah ada kasih di dalamnya? Tidak, bukan? Karena itu ketimbang menghakimi, mari kita lebih banyak mengasihi dan berusaha berempati kepada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *