SS, bagaimana dengan engkau? Allah tidak meminta kita hidup saling menghakimi satu dengan yang lain. Ia minta agar kita hidup dalam saling mengasihi. Dalam saling mengasihi itu, kalaupun kita memberi masukan kepada orang lain, kita melakukannya dalam kasih. Kalaupun kita memberikan teguran kepada orang lain, dasarnya adalah kasih. Jika pun kita mendapati kesalahan pada saudara-saudari kita, motivasi hati kita adalah untuk membangun, bukan menghancurkan mereka bahkan mempermalukan mereka. Ingatkah kisah tentang Yesus yang diperhadapkan pada pilihan untuk menghakimi wanita yang kedapatan berzinah? Apa yang Ia lakukan? Ia hanya berkata: “Siapa yang merasa tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melenpark batu kepada wanita itu.” Orang-orang yang sudah berniat untuk menghakimi wanita itu pun sadar bahwa mereka pun adalah orang yang tidak sempurna, yang hanya mau melampiaskan kemarahan mereka kepada wanita itu secara tidak adil. Yesus memberikan kesempatan untuk wanita itu merasakan kasih dan pengampunan dari-Nya. Ketimbang menghakimi, Ia memilih untuk memberi kesempatan bagi wanita itu bertobat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Saya percaya itulah yang mengubahkan kehidupan wanita tersebut. Yesus menunjukkan bahwa Ia penuh kasih dan menginginkan agar kita pun mengikuti teladan-Nya.
Hidup Tanpa Menghakimi
April 9, 2020