Khotbah Perjanjian Baru

Hidup Tanpa Menghakimi

SS, perintah “Jangan menghakimi” tidak merujuk pada penghakiman di meja peradilan, artinya memang pengadilan dibuat, dipercaya oleh Allah sebagai alat-Nya untuk dapat mengadili, menyatakan penghakiman apakah seseorang terbukti bersalah atau tidak. Kata “Jangan menghakimi” bukan pula melarang orang Kristen untuk berpikir kritis. Justru, orang percaya harus membedakan dan membuat penghakiman yang benar. Sebagai contoh, Yesus jelas sering menegur orang Farisi dan ahli Taurat, memperingatkan mereka sebagai orang-orang munafik karena hanya mampu mengajar tetapi tidak mampu untuk menjalankan firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Yesus juga mengajarkan agar murid-murid-Nya waspada terhadap pengajaran yang sesat. Tentu agar dapat waspada, murid-murid harus bisa menilai, mengevaluasi, manakah pengajaran yang sesat dan mana pengajaran yang benar, bukan? Dalam perjanjian Baru, Paulus mengajarkan bahwa kita harus menjalankan disiplin gereja, ini pun penghakiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *