Sekarang saya ingin mengajak Saudara merenungkan pertanyaan ini, mengapa Allah tidak menggenapi langsung mimpi Yusuf? Kan lebih enak to? Kan lebih enteng to? Apakah Tuhan tidak mampu mengadakan mujizat supaya Yusuf bisa langsung menjadi penguasa Mesir tanpa harus dibuang ke sumur, tanpa harus jadi budak, tanpa harus mendekam dalam penjara? Saya percaya Tuhan mampu. Kalau kita sebagai Yusuf, kita semua akan semakin down menjalani proses itu. Betul tidak Saudara? Mental kita akan semakin turun. Tetapi, sesungguhnya Allah sedang membentuk Yusuf menjadi manusia yang excellent, manusia yang unggul, melalui setiap hal. Semakin Yusuf dihancurkan, semakin terbentuk keunggulannya. Oleh karena itu, jangan down saat Saudara melihat hidupmu yang seakan-akan hancur. Saudara sedang dalam proses untuk menjadi manusia yang unggul di tangan Tuhan.
Yang terakhir, Saudara. Kita akan melihat, di tangan Tuhan yang namanya lemah itu adalah kuat.
Sekali lagi kita dihadapkan pada kontradiksi. Lemah kok kuat. Saya mau bertanya, kapan iman Saudara bertambah kuat? Dan kapan iman Saudara menjadi lemah? Paling tidak, saya menemukan tiga pilihan. Yang pertama, perderitaan yang bertambah-tambah membuat iman kita semakin lemah. Bagaimana Saudara? Apakah benar begitu? Kelihatannya kebanyakan begitu, ya. Kalau semakin banyak persoalan, iman kita semakin drop. Iya. Kelihatannya banyak yang memilih ini. Atau kalaupun tidak memilih, praktik dalam hidup kita lebih banyak begitu. Saat kita mengalami penderitaan, saat kita menghadapi persoalan, saat ada beban yang berat, saat ada sakit penyakit, saat itulah iman kita melemah.
Terima kasih pengingat dalam menjalani hidup ini, selalu mengandalkan Tangan Tuhan.
Puji Tuhan. Thanks pak Hery. Jbu
Menurut admin apakah segala ketentuan kehidupan ummat manusia selalu ditangab tuhan??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …