Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Cara Tuhan bekerja dalam kehidupan ini sangat berbeda dengan cara manusia bekerja. Inilah yang terjadi saat tangan Allah bekerja dalam kehidupan Yusuf.  Sekalipun anak tangga kehidupannya terus menurun, makin curam ke ruang bawah yang makin pengap, makin gelap dan bau; itu adalah anak tangga yang membawa Yusuf naik ke atas takhta. Di dalam tangan Tuhan yang namanya turun itu naik, Saudara. Oleh karena itu, saat Saudara merasakan hidup semakin menurun, imani di dalam tangan Tuhan hidup Saudara ada di dalam proses untuk dipromosikan naik ke tempat yang lebih tinggi.

Yang kedua, Saudara. Di tangan Allah yang namanya buruk itu ternyata justru baik.

Apa buktinya? Mari kita lihat lagi kehidupan Yusuf. Ada tiga fase… tiga keadaan yang dialami Yusuf sebelum ia menjadi penguasa Mesir. Hidup sebagai anak Yakub, menjadi seorang budak, kemudian menjadi seorang seorang tahanan. Menurut Saudara, manakah keadaan yang paling buruk bagi Yusuf? Saat ia menjadi anak Yakub? Saat ia menjadi budak? Atau, saat ia menjadi tahanan? Menjadi tahanan. Betul, Saudara. Pertanyaan kedua. Menurut Saudara, keadaan mana dalam kehidupan Yusuf yang paling dekat dengan penggenapan rencana Allah? Saat jadi anak Yakub? Saat jadi budak? Atau saat jadi tahanan? Saat jadi tahanan. Betul. Justru saat hidupnya berada dalam kondisi terburuk, di sanalah penggenapan janji Allah paling dekat. Apa yang terjadi pada kehidupan Yusuf yaitu suatu keadaan yang memburuk adalah keadaan yang membaik. Kalau begitu caranya tangan Tuhan itu bekerja, mengapa kita harus khawatir saat hidup semakin memburuk? Tunggu…penggenapan janji Tuhan sudah dekat dalam hidup Saudara.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *