Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Saudara, terus terang saat saya mempersiapkan ini, cara pikir saya dibalik sama Tuhan, Saudara. Saya tidak bisa mikir kayak gitu.

Yang berikutnya, Saudara. Di dalam tangan Allah, yang namanya semakin gelap itu justru semakin genap.

Tahu maksud saya, Saudara? Mari kita renungkan pertanyaan ini. Ketika rancangan Tuhan semakin mendekati kehidupan Yusuf… Ketika penggenapan rencana Tuhan semakin dekat bagi Yusuf, keadaan Yusuf semakin memberi harapan atau semakin gelap,  Saudara? Semakin gelap! Secara manusiawi wis tidak mungkin rencana Tuhan itu digenapi. Aku ada di dalam tahanan. Aku di dalam sel yang gelap. Bagaimana mungkin aku nanti akan dimuliakan oleh Allah, aku nanti akan jadi orang yang besar seperti dalam mimpi yang Tuhan berikan? Seakan-akan mimpinya terhapus, tidak ada lagi harapan. Tapi dalam kenyataannya, ketika keadaan semakin gelap, bagaimana rencana Allah? Makin hancur atau semakin digenapi? Makin sempurna digenapi di dalam hidup Yusuf, Saudara. Saat Yusuf semakin dekat dengan tujuannya, masalahnya semakin besar, keadaannya semakin jelek, hidupnya semakin tidak ada arah dan tujuan… hidup seakan-akan menjadi tidak ada artinya, tidak bermakna. Tapi, justru pada saat itulah kita melihat, saat keadaan Yusuf semakin suram, semakin gelap, rencana Allah bagi Yusuf semakin genap. Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara percaya bahwa tangan Tuhan pun bisa bekerja seperti itu dalam hidupmu? Percaya. Tuhan akan menggenapi rencana-Nya bagi Saudara.

Selanjutnya, Saudara. Di dalam tangan Tuhan, yang namanya tidak nyata, itu menjadi nyata.

Menurut Saudara, di mana Allah saat Yusuf dijahati saudara-saudaranya? Tuhan diam saja. Di mana Allah saat Yusuf dilemparkan ke dalam sumur?  Kelihatannya tidak ada respons dari Allah. Tuhan seakan-akan berdiam diri. Seakan-akan Tuhan tidak peduli. Berikutnya, Saudara. Di mana Tuhan saat Yusuf dijual sebagai seorang budak? Tuhan diam saja. Di mana Tuhan saat Yusuf difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara? Kita melihat seakan-akan Allah tidak mau campur tangan. Aku tidak ngurusi, Aku tidak ikut-ikut. Seakan-akan Allah cuci tangan.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *