Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Saya ingin mengajak Saudara mengingat ulang kehidupan Yusuf. Yang jelas…, kalau saya melihat kehidupan Yusuf, saya berpikir kok kelihatannya Yeremia 29 ayat 11 ini tidak cocok. Yeremia katakan, Allah tidak pernah merencanakan kecelakan. Tapi, saya melihat kehidupan Yusuf justru penuh dengan kecelakaan. Nampaknya, proses dalam kehidupan Yusuf bukanlah menuju hari depan yang penuh harapan, tetapi hari depan yang penuh keputusasaan. Mari kita lihat kehidupan Yusuf. Yusuf adalah anak favorit bapanya. Ia sangat disayang oleh Yakub. Justru karena itulah yang membuat saudara-saudaranya iri hati. Kemudian Yusuf mendapatkan dua kali mimpi. Makna dari mimpi itu, intinya, pada saatnya nanti Yusuf akan dimuliakan, Yusuf akan menjadi orang besar dan saudara-saudaranya nanti akan tunduk menyembahnya, bahkan orang tuanya pun demikian. Mimpi ini justru memicu saudara-saudaranya untuk berbuat jahat kepada Yusuf. Sehingga saat Yusuf menemui saudara-saudaranya di padang, di sanalah keinginan jahat mereka itu dilaksanakan. Memang, Yusuf tidak jadi dibunuh, dia akhirnya hanya dilemparkan ke dalam sumur yang kering. Tapi, setelah itu… Yusuf dijual sebagai budak dan menjadi budak di keluarga Potifar. Di sana ia justru digoda oleh istri Potifar. Ia difitnah dan akhirnya divonis salah dan dijebloskan ke dalam penjara.
Di Tangan Tuhan
June 8, 2017
Terima kasih pengingat dalam menjalani hidup ini, selalu mengandalkan Tangan Tuhan.
Puji Tuhan. Thanks pak Hery. Jbu
Menurut admin apakah segala ketentuan kehidupan ummat manusia selalu ditangab tuhan??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …