Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Langkah kedua, adonan itu dituang ke dalam cetakan, terus… ini yang tidak enak, Saudara…  dikukus. Tahu maksudnya dikukus, Saudara? Dimasukkan ke dalam alat pemanas, dipanasi. Pernah tidak Saudara mengalami… Tuhan ini gimana sih? Ini aja aku udah mumet, udah pusing, lho kok malah dipanasi. Sehingga bisa jadi bukan “Kau yang termanis buat jiwaku” yang kita nyanyikan, melainkan “Panas, panas, panas, panas….’ Lagunya siapa itu ya? Lagunya Gigi katanya. Ngerti wae rek. Iya, seperti itu… panas, Saudara.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *