Saudaraku, tanpa dikukus, tanpa dipanasi, adonan itu tidak akan pernah menjadi kue bolu kukus yang lezat. Hidup kita juga begitu. Tanpa dikukus, kita tidak akan pernah menikmati kelezatan dalam hidup ini, Saudara. Ingat, Saudara. Dikukus. Dipanasi, Saudara. Enak? Ndak… ndak enak. Tapi ingat, hasilnya Saudara. Hidup yang kita jalani bersama Tuhan menjadi lezat.
Itu yang kita pelajari dalam hidup Yusuf, Saudara. Macam-macam persoalan dalam hidup Yusuf, di tangan Allah menjadi suatu keindahan. Macam-macam bahan untuk bolu kukus, di tangan seorang chef yang jago, menghasilkan bolu kukus yang lezat. Karena itu, apa pun persoalan yang Saudara alami saat ini, sekalipun macam-macam, di tangan Chef Surgawi kita yaitu Tuhan Yesus Kristus, semua macam masalah kita akan dimasak menjadi kue kehidupan yang lezat. Kita akan menikmati kehidupan yang lezat, seperti Yusuf. Amin?
Terima kasih pengingat dalam menjalani hidup ini, selalu mengandalkan Tangan Tuhan.
Puji Tuhan. Thanks pak Hery. Jbu
Menurut admin apakah segala ketentuan kehidupan ummat manusia selalu ditangab tuhan??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …