Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Gula, tepung terigu, sama telur, sama sprite.

Sudah ibu? Sudah begitu? Ibu dapet hadiah bolu kukus. Ibu-ibu ada yang mau nambahi? Ada yang bisa? Ibu tidak bisa? Tapi pernah makan, ya? Pernah mencicipi bolu kukus dari Semarang? Belum. Belum? Ya ini untuk Ibu. Penikmat aja dapet. Kalau ada yang mau kue bolu kukus, nanti menghubungi pak Andi Chong, ya.

Saya ingin menunjukkan kepada Saudara bahwa kehidupan Yusuf, juga kehidupan kita ini mirip seperti kue bolu kukus. Tadi Bu Yuli sudah menunjukkan bahan-bahan apa saja yang digunakan. Sekarang perhatikan semuanya, ibu-ibu dan para pemudi, juga bapak-bapak dan para pemuda. Kalau kita mau membuat kue bolu kukus, perhatikan bahan-bahan apa saja yang digunakan. Yang pertama, 250 gram tepung terigu. Jangan terlalu banyak tepung terigunya, nanti bantat. Kedua, 200 gram gula halus. Tidak punya gula halus, yang kasar juga tidak apa-apa deh. Kemudian tiga butir telur ayam, bisa ditambah satu. Jangan ditambah banyak-banyak, nanti malah ndak jadi. Lalu, satu sendok teh penuh ovalet. Untuk apa ovalet? Supaya bolu kukusnya mekrok. Mengembang. Tadi bener yang Bu Yuli katakan: juga pakai sprite atau soda manis. Nah berikutnya, Saudara bisa tambahkan rasa yang lain atau essence sesuai keinginan. Bisa pakai yang rasa stroberry atau coklat, macem-macem. Tinggal pilih rasanya.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *