Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Bagaimana dengan pilihan yang ketiga? Penderitaan semakin bertambah-tambah, justru di sanalah iman kita semakin bertambah-tambah, semakin kuat. Amin? Yang katakan amin kok cuma satu tok. Bagaimana pilihan Saudara? Pilihan satu, dua atau tiga? Iya, saya kok percaya kita milihnya tiga ya. Kalau ternyata iman kita kategori satu dan dua, ya sudah. Itu berarti kita masuk kategori orang beriman yang biasa-biasa saja. Semua orang juga begitu. Tapi, dari kehidupan Yusuf kita belajar, justru saat mengalami penderitaan yang paling berat di dalam hidupnya, imannya ditempa, imannya dikuatkan oleh Allah. Di sini kita mendapati satu kenyataan bahwa di dalam setiap persoalan apa pun yang Saudara hadapi, di dalam penderitaan apa pun yang Saudara alami, tangan Allah tidak pernah diam untuk mendatangkan berkat kekuatan bagi Saudara. Nah, ini sangat pokok, Saudara. Ini hal yang sangat penting untuk kita pahami, supaya kita semakin tangguh dalam menjalani hidup yang semakin sulit ini.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *