Khotbah Perjanjian Lama

Di Tangan Tuhan

Demikian juga yang kita lihat dalam diri Tuhan Yesus ketika Dia harus menghadapi penderitaan demi penderitaan. Semakin dekat dengan Golgota… semakin dekat Dia dengan  salib… apakah Allah semakin nyata? Tidak. Allah Bapa justru terlihat seakan lepas tangan terhadap persoalan ini. Yang kita lihat justru seakan-akan Allah Bapa meninggalkan Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya. Di atas kayu salib, Dia katakan, di dalam penderitaan-Nya, “Eli, Eli, lama sabakthani?” Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Adakah jawaban dari dalam surga atas pertanyaan Tuhan Yesus itu? Surga kelakep, seakan-akan surga tidak menanggapi apa-apa. Justru disinilah kita diajari oleh Tuhan: pada saat kita paling tidak bisa melihat kuasa-Nya, sebenarnya saat itulah kuasa Allah paling melimpah diperlihatkan dalam hidup kita. Kuasa Tuhan yang makin tidak nyata adalah kuasa-Nya yang semakin nyata. Kuasa Tuhan yang sama saat ini pun bekerja mengalir ke dalam kehidupan kita. Amin?

Berikutnya. Rencana Allah itu indah bagi setiap orang yang percaya.

Keadaan yang tadinya bahkan seakan-akan kelihatan hancur, ternyata justru sebaliknya. Tuhan membiarkan Yusuf melewati proses itu supaya Yusuf unggul di dalam hidupnya. Tuhan ingin ia mencapai ekselensi, mencapai keunggulan di dalam hidupnya.

3 thoughts on “Di Tangan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *