Demikian juga yang kita lihat dalam diri Tuhan Yesus ketika Dia harus menghadapi penderitaan demi penderitaan. Semakin dekat dengan Golgota… semakin dekat Dia dengan salib… apakah Allah semakin nyata? Tidak. Allah Bapa justru terlihat seakan lepas tangan terhadap persoalan ini. Yang kita lihat justru seakan-akan Allah Bapa meninggalkan Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya. Di atas kayu salib, Dia katakan, di dalam penderitaan-Nya, “Eli, Eli, lama sabakthani?” Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Adakah jawaban dari dalam surga atas pertanyaan Tuhan Yesus itu? Surga kelakep, seakan-akan surga tidak menanggapi apa-apa. Justru disinilah kita diajari oleh Tuhan: pada saat kita paling tidak bisa melihat kuasa-Nya, sebenarnya saat itulah kuasa Allah paling melimpah diperlihatkan dalam hidup kita. Kuasa Tuhan yang makin tidak nyata adalah kuasa-Nya yang semakin nyata. Kuasa Tuhan yang sama saat ini pun bekerja mengalir ke dalam kehidupan kita. Amin?
Berikutnya. Rencana Allah itu indah bagi setiap orang yang percaya.
Keadaan yang tadinya bahkan seakan-akan kelihatan hancur, ternyata justru sebaliknya. Tuhan membiarkan Yusuf melewati proses itu supaya Yusuf unggul di dalam hidupnya. Tuhan ingin ia mencapai ekselensi, mencapai keunggulan di dalam hidupnya.
Terima kasih pengingat dalam menjalani hidup ini, selalu mengandalkan Tangan Tuhan.
Puji Tuhan. Thanks pak Hery. Jbu
Menurut admin apakah segala ketentuan kehidupan ummat manusia selalu ditangab tuhan??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …